Produk Gapoktan

Padi Varietas Ciherang
Padi Varietas Ciherang

GAPOKTAN SEKAR SARI PANGEAN – Kabupaten Lamongan, memiliki dua produk unggul dalam hasil produksi yang sangat diminati masyarakat. Produk tersebut adalah beras varietas Ciherang dan Kacang Hijau Kualitas Eksport. Kedua produk tersebut menjadi primadona dalam pemenuhan pangan dan gizi masyarakat masa kini. “Selama manusia masih mebutuhkan makanan, selama itu juga kami akan terus memproduksi pangan untuk Indonesia yang Berdikari dalam Bidang Pangan”.

Berikut ini merupakan ulasan mengenai produk (Padi Varietas Ciherang dan Kacang Hijau) :

Padi Varietas Ciherang

Padi varietas ciherang adalah padi yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, lebih dari 65 % varietas padi yang ditanam adalah Varietas Ciherang.Varietas ciherang adalah varietas yang sering dibudidayakan oleh petani di Bogor, karenamempunyai rasa yang enak dan potensi hasil 7–8,5 ton/ha. Padi Ciherang merupakan kelompok padi sawah varietas unggul hasil beberapa kali persilangan, yaitu IR18349-53-1-3-1-3/IR19661-131-3-1//IR119661-131-3-1///IR64////IR64.
Panen Padi Varietas Ciherang
Panen Padi Varietas Ciherang
Padi Ciherang memiliki karakteristik umur tanamannya cukup singkat yaitu 116 hingga 125 hari, bentuk tanaman tegak, tingginya mencapai 107 hingga 115 sentimeter, menghasilkan anakan produktif 14 hingga 17 batang, warna kaki hijau, warna batang hijau, warna daun hijau, posisi daun tegak, bentuk gabah panjang ramping, warna gabah kuning bersih, tekstur nasi pulen, bobot 1000 butir 27 hingga 28 gram, rata-rata produksi 5 hingga 8.5 ton/ha, tahan terhadap bakteri hawar daun (HDB) strain III dan IV, tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan 3. Padi Ciherang mulai diresmikan oleh menteri pertanian pada tahun 2000 dengan anjuran cocok ditanam pada musim hujan dan kemarau dengan ketinggian di bawah 500 meter di bawah permukaan laut.
Kacang Hijau (Mung Bean)
Kacang Hijau (Mung Bean)
Kacang Hijau (Mung Bean)

Kacang hijau (Vigna radiata L. Wilczek) merupakan salah satu tanaman Leguminosae yang cukup penting di Indonesia. Indonesia merupakan penghasil kacang hijau terbesar ke empat di dunia setelah India, Thailand, dan Cina, dengan luas panen sekitar 300 000 ha tahun. Produktivitas kacang hijau mengalami peningkatan dari tahun 2008 hingga 2012 yaitu berturut-turut sebesar 10.72, 10.91, 11.30, 11.48, dan 11.60 ku ha.

 Tanaman ini merupakan komoditas penting secara agronomi, ekonomi, maupun gizi dan kesehatan. Kelebihan dari segi agronomi yaitu: mudah dibudidayakan, dapat ditanam pada tanah yang kurang subur, lebih tahan kekeringan, dan dapat dipanen pada umur 60 hari, sedangkan dari segi ekonomi yaitu: harga jual relatif tinggi dan stabil. Kacang hijau merupakan sumber protein nabati, vitamin (A, B1, dan C), dan beberapa mineral. Jenis karbohidratnya mudah dicerna sehingga cocok untuk makanan tambahan bayi dan anak balita. Biji maupun tepung kacang hijau banyak digunakan dalam berbagai bentuk pangan, seperti bubur, roti, dan mi. Sementara itu kecambah kacang hijau (tauge) yang banyak mengandung vitamin E digunakan untuk sayur.
Bubur Kacang Hijau
Bubur Kacang Hijau
Komposisi rata-rata dari biji yang sudah kering adalah 60-65% karbohidrat, 25-28% protein, 3.5-4.5% serat, dan 1-1.5% lemak. Sama halnya seperti sebagian besar kacang-kacangan lainnya, protein yang tertinggi pada kacang hijau adalah lysine yaitu 6.5-8% dan bijinya memberikan pelengkap protein yang sangat baik untuk sereal berbasis diet. Biji yang sudah kering dapat dimakan utuh, dimasak atau difermentasi, dikeringkan, digiling, dan ditumbuk menjadi tepung. Banyaknya manfaat dan tingginya kandungan gizi pada kacang hijau sehingga dapat dijadikan alternatif makanan bergizi untuk kesehatan keluarga.
.