Normalisasi Saluran Irigasi Gapoktan Sekarsari Lamongan Bulan April

Musim kemarau mulai datang, bukankan lebih baik bekerja dan berkarya daripada menghujat sana sini tak tentu arah. Masihkan kita ingat istilah lama mengatakan “Sedia payung sebelum hujan”. Nampaknya inilah semboyan yang masih kami pegang. Gapoktan Sekarsari, Desa Pangean – Kabupaten Lamongan berupaya untuk mensejahterakan petani bagaimanapun caranya terkhusus anggota kami. Normalisasi saluran irigasi kurang lebih 1.500 meter yang telah rampung pada bulan April 2017 kemarin. Semoga dapat menjadi contoh untuk gapoktan lainnya. Berikut ini kami tampilkan dokumentasi kegiatan yang telah berhasil dilaksanakan :

Normalisasi Saluran Irigasi Gapoktan Sekarsari Lamongan Jawa Timur
Normalisasi Saluran Irigasi Gapoktan Sekarsari Lamongan Jawa Timur

Semoga apa yang menjadi cita-cita dan keinginan kami dapat terkabul dengan cara kami, kekeluargaan kami, musyawarah kami dan kerja gotong royong kami. Semoga dapat menjadi contoh Gapoktan di Seluruh Indonesia lainnya. Salam jabat erat dari kami Gapoktan Sekarsari, Desa Pangean, Kabupaten Lamongan – Jawa Timur. Semoga bermanfaat dan berkah. Normalisasi Saluran Irigasi Gapoktan Sekarsari Lamongan Bulan April.

 

Advertisements

Prakiraan Musim Kemarau 2017 Jatuh Pada Bulan Mei-Juni

Musim Kemarau 2017 – Seperti apa yang telah dilansir oleh BMKG Indonesia pada 10 April 2017 bahwa Prakiraan Musim Kemarau 2017 Jatuh Pada Bulan Mei-Juni. Namun ada beberapa daerah yang telah mengalami musim kemarau pada bulan April lalu.

Wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, terdapat banyak selat dan teluk, menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim/cuaca.

Peta Perkiraan Awal Musim Kemarau 2017

Fenomena yang mempengaruhi iklim di Indonesia :

  1. El Nino dan La Nina
  2. Dipole Mode
  3. Sirkulasi Monsun Asia – Australia
  4. Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone / ITCZ)
  5. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Indonesia

Prakiraan Musim Kemarau 2017 secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Awal Musim Kemarau 2017 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya mulai bulan Mei 2017 sebanyak 108 ZOM (31,6%) dan Juni 2017 sebanyak 91 ZOM (26,6%). Sedangkan beberapa daerah lainnya awal Musim Kemarau terjadi pada Januari 2017 sebanyak 1 ZOM (0,3%), Februari 2017 sebanyak 8 ZOM (2,3%), Maret 2017 sebanyak 14 ZOM (4,1%), April 2017 sebanyak 75 ZOM (21,9%), Juli 2017 sebanyak 34 ZOM (9,9%), Agustus 2017 sebanyak 8 ZOM (2,3%), September 2017 sebanyak 2 ZOM (0,6%) dan Oktober 2017 sebanyak 1 ZOM (0,3%)
  2. Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1981- 2010), Awal Musim Kemarau 2017, sebagian besar daerah yaitu 157 ZOM (45,9%) mundur jika dibandingkan dengan rata-ratanya dan 120 ZOM (35,1%) sama terhadap rata-ratanya. Sedangkan yang maju terhadap rata-rata 65 ZOM (19,0%). 3). Sifat Hujan selama Musim Hujan 2017 di sebagian besar daerah yaitu 199 ZOM (58,2%) diprakirakan Normal dan 77 ZOM (22,5%) Bawah Normal. Sedangkan Atas Normal yaitu sebanyak 66 ZOM (19,3%).

Musim Kemarau 2017 Diprediksi Mundur

Musim kemarau tahun 2017 ini diprediksi mundur. Bila seharusnya kemarau sudah masuk di bulan April, maka tahun ini diprediksi kemarau baru dimulai di bulan Mei hingga Juni.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, tahun ini kondisi musim secara keseluruhan cenderung seimbang. Hal ini berbeda dengan tahun 2015 yang dipengaruhi oleh El Nino sehingga wilayah Indonesia cenderung kering. A

kibatnya, kebakaran hutan dan lahan sempat melanda sebagian wilayah di Indonesia. Kemudian pada tahun 2016, musim hujan di Indonesia cenderung dominan sehingga lebih basah.

Deputi Klimatologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo menjelaskan bahwa saat ini kondisi iklim masih masuk puncak penghujan dalam rentang November hingga Februari. Bahkan, di beberapa wilayah di Indonesia diproyeksikan masih mengalami puncak musim hujan hingga Maret mendatang.

Terkait dengan waktu tanam, musim hujan seperti ini tentu sangat cocok untuk komoditas padi. Namun, Mulyono menyebutkan bahwa transisi dari hujan ke kemarau justru cocok untuk tanaman palawija.

“Secara perencanaan, musim tanam Februaru bagus. Lalu Maret sudah mulai berkurang (hujannya), Maret berkurang, April sudah masuk waktu panen,” ujar Mulyono di Kementerian Perekonomian, Rabu (1/2). Sementara itu, komoditas cabai masih bagus ditanam di masa transisi dari hujan ke kemarau pada Maret mendatang.

Sumber : Berita Nasional Republika

Cara Mudah Budidaya Timun Suri Agar Buah Lebat

Cara Mudah Budidaya Timun Suri Agar Buah Lebat – Mentimun Suri atau Timun Suri, timun betik atau barteh adalah tumbuhan semusim penghasil buah dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Buah timun suri yang setengah masak biasanta dijual secara musiman pada bulan ramadhan karena daging buahnya merupakan komponen minuman penyegar untuk berbuka puasa. Timun suri mengandung kalium yang cukup tinggi sehingga bermanfaat untuk menjaga kesegaran tubuh. Timun suri memiliki bentuk memanjang seperti mentimun namun bentuk daun dan ukuran bijinya lebih menyerupai blewah ataupun melon.

Cara Mudah Budidaya Timun Suri
Cara Mudah Budidaya Timun Suri

Untuk bisa memanen buah timun suri, tentu Anda harus mengetahui cara terbaik untuk memulai teknik budidaya sehingga akan mendapatkan hasil panen yang sempurna. Berikut adalah tips cara tanam yang bisa anda perhatikan;

Persiapan Lahan

Lahan yang akan digunakan untuk menanam timun suri, dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman lainnya. Selanjutnya gemburkan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul. Kemudian, buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 80-90 cm dengan panjang dan tinggi dapat disesuaikan dengan kondisi lahan. Dalam setiap bedengan dibuat 2 lajur yaitu kanan dan kiri dan bagian tengahnya dibuat parit dengan lebar sekitar 40-50 cm. Jika pH tanah dibawah 5,5 maka lakukan pengapuran dengan dolomit.

Lakukan pula pemupukan dasar pada bedengan dengan menggunakan pupuk organik ataupun nonorganik. Pupuk organik yang dapat digunakan dapat berupa pupuk kompos ataupun pupuk kandang. Pupuk anorganik yang bisa digunakan yaitu pupuk TSP/SP-36, KCl, dan Urea/ZA dengan perbandingan 2 : 1 : 1. Pupuk-pupuk tersebut ditaburkan secara merata di atas bedengan lalu dicampur dengan tanah hingga rata. Pemupukan dasar ini biasanya dilakukan 10-15 hari sebelum tanam.

Persiapan Bibit Timun Suri

Benih timun suri dapat diperoleh dengan cara membuat benih sendiri dari tanaman sebelumnya. Timun suri yang akan dijadikan bibit dipilih yang telah tua dan sehat lalu diambil bijinya. Jika tidak ingin ribet, anda dapat membeli biji benih di toko pertanian. Setelah biji benih didapatkan, seleksi biji benih dengan cara merendamnya dalam air. Jika ada benih yang mengapung buang saja karena itu berarti kurang baik.

Setelah diseleksi, tiriskan dan jemur benih hingga kering. Benih timun suri dapat ditanam langsung ataupun disemai terlebih dahulu. Namun untuk mendapatkan tanaman yang seragam, sebaiknya benih disemai dalam polybag semai.

Media semai yang digunakan yaitu campuran tanah dengan pupuk kandang atau pupuk kompos denganperbandingan 2 : 1. Jika media semai sudah dimasukkan dalam polybag, benamkan 1 benih dalam setiap polybag.

Benih Timun Suri

Penanaman Timun Suri

Jika bibit timun suri telah berumur sekitar 10 hari setelah semai maka dapat dilakukan penanaman. Jarak tanam yang digunakan dalam penanam timun suri yaitu sekitar 70-80 cm. Dalam setiap lubang tanam yang dibuat dengan kedalam selitar 2 cm ditanami 2 benih bibit lalu timbun kembali dengan tanah dan siram agar lahan tetap lembab.

Perawatan Tanaman Timun Suri

Penyiraman
Lakukan penyiraman pada tanaman timun suri seperlunya saja karena tanaman timun suri tahan pada kekeringan dan cuaca yang panas.

Penyulaman
Lakukan pengontrolan tanaman, jika ada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal lakukan penyulaman dan ganti dengan tanaman yang baru. Penyulaman ini dilakukan maksimal hingga tanaman berumur 10 hari setelah tanam.

Penyiangan
Lakukan penyiangan pada gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh disekitar tanaman.

Pemupukan Susulan Tanaman Timun Suri

Pemupukan pada tanaman timun suri dilakukan sebanyak 5 kali selama musim tanam yaitu pada saat tanaman berumur 10 hari setelah tanam, 17 hari setelah tanam, 24 hari setelah tanam, 31 hari setelah tanam dan 40 hari setelah tanam. Pupuk yang digunakan yaitu pupuk NPK. Pemberian pupuk susulan ini dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor.

Pemanenan Timun Suri

Timun suri dapat mulai dipaen setelah berumur sekitar 60 sampai 70 hari setelah tanam. Buah timun suri yang siap panen yaitu buah yang sudah cukup tua dengan ditandai oleh tangkai buah yang mengering atau buah yang lepas dari tangkainya. Dalam satu kali musim tanam, dapat dilakukan sebanyak 10-15 kali pemanenan yang dilakukan secara bertahap tergantung pada kondisi dan perawatan tanaman.

Demikian artikel pembahasan tentang ”Cara Mudah Budidaya Timun Suri Agar Buah Lebat“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya. Sampai jumpa

Cara Mudah Menanam Cabai Agar Tumbuh Subur di Pekarangan Rumah

Cara Mudah Menanam Cabai Agar Tumbuh Subur di Pekarangan Rumah – Cabe atau sering juga ditulis cabai merupakan salah satu jenis buah dari tanaman yang termasuk ke dalam genus Capsicum. Buah ini tergolong ke dalam sayuran atupun bumbu yang sangat sering digunakan untuk keperluan masak sehari-hari, terutama untuk membuat sambal. Di Indonesia sendiri terkenal dengan berbagai macam sambal khas dari beberapa daerahnya, karena bagi masyarakat kita sepertinya ada yang kurang apabila makan tidak memakai sambal.

Bagi anda yang menyukai makanan pedas tentu selalu membutuhkan persediaan cabe di rumah. Terutama cabe rawit yang harganya juga selalu berfluktuasi sesuai dengan kondisi pasar dan musim yang sedang terjadi di negara kita, bahkan bila sedang langka harga per kilogramnya bisa menyamai harga daging sapi. Lalu mengapa tidak mencoba menanam pohon cabe rawit sendiri di rumah? Apalagi jika anda hobi bercocok tanam. Nah, pada kesempatan ini Gapoktan Sekarsari akan mencoba memberikan tips mengenai cara mudah menanam cabai agar tumbuh subur di rumah, baik itu di dalam pot, polybag maupun di sekitar halaman rumah.

Di dalam ilmu biologi cabe termasuk ke dalam suku terong-terongan (solanaceae) yang mudah ditanam baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Tanaman cabai sangat cocok ditanam pada tanah yang kaya akan humus, gembur dan sarang, serta tidak tergenang air. Tingkat pH tanah yang ideal untuk digunakan menanam pohon cabe berkisar antara 5-6, dan suhu optimal yang baik untuk tanaman cabe berkisar antara 24-27 derajat Celcius. Namun tanaman cabe pun masih bisa bertahan jika berada pada suhu lebih dari itu. Sedangkan waktu tanam yang baik untuk lahan kering di Indonesia adalah pada akhir musim hujan yakni sekitar bulan Maret atau April.
Cara mudah menanam cabai di rumah sangat mudah dilakukan, anda dapat memilih sendiri media tanam yang disukai seperti di dalam pot maupun polybag, atau anda juga bisa menanamnya langsung di tanah pekarangan rumah. Untuk belajar menanam pohon cabe rawit di rumah anda bisa ikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Tahap Pembibitan
 
Persiapan pertama yang harus anda lakukan adalah menyediakan bibit tanaman cabe yang berkualitas. Untuk mendapatkan bibit cabe rawit yang bagus, anda bisa menggunakan metode pemilihan biji cabe sebagai berikut :Pilih Bibit Cabai TerbaikPilih Bibit Cabai Terbaik
  • Menyeleksi Biji : Rendam biji cabe rawit sejumlah yang diperlukan di dalam air hangat dalam waktu 30 sampai 60 menit. Ambil dan buang biji yang terapung/mengambang di atas air, karena biji ini nantinya tidak akan tumbuh dengan optimal. Kemudian jemur biji cabe yang sudah diseleksi tersebut dengan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Setelah biji cabe rawit benar-benar kering maka biji tersebut siap digunakan pada proses berikutnya yakni penyemaian.
  • 2. Tahap Penyemaian
    Sebelum melakukan proses penyemaian biji cabai, terlebih dahulu anda harus mempersiapkan media semai berupa komposisi tanah di bagian atas (top soil) dan pupuk kandang yang telah matang atau pupuk kompos untuk bagian bawahnya. Top soil sendiri merupakan tanah yang terdiri dari campuran tanah lempung dan pasir. Perbandingan komposisi antara top soil dan pupuk (kompos atau kandang) adalah 1:1. Satu hal yang perlu diingat adalah pupuk tersebut harus dihaluskan terlebih dahulu dengan cara diayak agar akar biji yang masih lembut dapat menembus media tanah dan menyerap unsur haranya.Tahap Penyemaian CabaiTahap Penyemaian Cabai
    Nah, selanjutnya anda bisa melakukan penyemaian biji cabe rawit yang telah melalui proses seleksi diatas. Penyemaian biji cabe rawit dapat dilakukan dengan menggunakan wadah seperti polybag kecil, baki/tray, gelas plastik bekas air minuman, atau secara langsung di petakan tanah. Pilih media/tempat penyemaian yang anda sukai sesuaikan dengan kondisi di sekitar halaman rumah, berikut ini caranya:

    • Penyemaian menggunakan polybag kecil/gelas plastik : Untuk penyemaian menggunakan polybag atau gelas plastik anda harus mencampur media semai dengan arang sekam dengan rasio 1:1, kemudian baru masukan ke dalam polybag atau gelas plastik hingga memenuhi 3/4 bagiannya. Kemudian buatlah lubang di tengah-tengah polybag atau gelas platik bekas tersebut untuk meletakkan biji cabainya.
    • Penyemaian menggunakan baki/tray : Masukan media semai berupa campuran tanah ke dalam baki hingga memenuhi 3/4 bagiannya, kemudian padatkan secukupnya (jangan terlalu padat). Lalu buatlah lubang-lubang untuk menanam biji cabe pada tray dengan jarak antar lubang sekitar 7-8 cm.
    • Penyemaian menggunakan petakan tanah : Pertama-tama buat bantalan tanah, kemudian letakkan media semai yang terdiri dari campuran tanah dan pupuk tadi diatas bantalan tanah dengan ketebalan sekitar 5-7 cm. Lalu padatkan tanah dan sirami dengan air secukupnya (sampai basah tapi jangan sampai tergenang). Kemudian buat lubang lubang kecil dengan ajarak antar lubang, setelah itu anda perlu membuat tiang bambu dengan tinggi sekitar 30-45 cm pada empat sudut petakan tanah. Lalu pasangkan paranet untuk menutupi area petakan tanah terzebut. Setelah media tanam siap, lalu masikan biji cabe rawit pada setiap lubang. Kemudian tutup permukaan lubang dengan koran bekas atau karung goni. Basahi koran atau karung goni tersebut setiap pagi dan sore hari (gunakan semprotan agar basahnya merata) selam kurang lebih 3-4 hari, sampai muncul benih tanaman cabe. Setelah muncul benih buka koran atau karung goni dan lanjutkan dengan penyiraman benih hingga benih tersebut berumur 3-4 minggu atau tanaman sudah memiliki 4 helai daun, itu tandanya benih cabe rawit sudah siap untuk dipindahkan.
    3. Tahap Penanaman
    Langkah terakhir cara mudah menanam cabai di rumah yaitu memindahkan benih cabe dari tempat penyemaian ke dalam area tanam yang anda inginkan. Jika pekarangan anda cukup luas maka anda bisa menanamnya langsung di tanah pekarangan tersebut. Namun jika lahan bertanah di rumah anda terbatas, maka polybag atau pot berukuran sedang hingga besar pun bisa menjadi alternatifnya.Menanam Cabai Dalam PotMenanam Cabai Dalam Pot

    • Menanam cabe rawit di dalam pot atau polybag : Anda bisa menggunakan pot yang terbuat dari bahan plastik, tanah liat, atau keramik yang bagian dasarnya memiliki lubang untuk saluran pembuangan air. Anda juga memerlukan media tanam lain sebagai campuran tanah yaitu arang sekam dengan komposisi 1:1. Masukan kedua bahan media tanam tersebut ke dalam pot atau polybag kemudian padatkan secukupnya, lalu buatlah lubang di tengah-tengah pot dengan kedalaman sekitar 20-25 cm. Pindahkan satu buah benih cabe rawit dari tempat penyemaian, perhatikan akar benih tanaman cabai tersebut jangan sampai ada bagian yang patah. Letakkan bibit cabe rawit tersebut di tengah-tengah lubang, atur posisi akar hingga tersebar merata, kemudian tutup akar benih tanaman cabe dengan seluruh media media tanam hingga cukup padat. Siram bagian tanah dengan air sampai sangat basah.
    • Menanam cabe rawit di tanah pekarangan rumah : Buatlah lubang sedalam 25-30 cm dengan diameter berukuran sama. Masukan media tanam (komposisi sama seperti media penyemaian) hingga memenuhi 1/3 isi lubang, lalu padatkan secukupnya. Untuk proses selanjutnya pada prinsipnya sama dengan cara menanam cabe rawit di dalam pot atau polybag.
    Setelah proses penanaman selesai, supaya tanaman cabe tersebut dapat tumbuh dengan subur, maka Anda harus memeliharanya dengan baik dan telaten. Lakukan penyiraman secukupnya, yakni dengan intensitas sebanyak 3 hari sekali atau jika sedang musim kemarau (panas matahari terik) bisa dilakukan setiap hari.
    Selain itu anda juga perlu melakukan pemetikan daun anakan yang tumbuh dari ketiak daun paling bawah agar pertumbuhan tanaman cabe tidak bergerak ke samping. Lalu pengajiran (pemasangan batang bambu di samping pohon cabe) dengan kedalaman 20-30 cm dan jarak satu sama lain antara 7-10 cm, perlu dilakukan pada tanaman cabe yang telah mencapai ketinggian minimal 20 cm. Satu hal lagi yang jangan sampai anda lewatkan yaitu pemberian pupuk NPK atau pupuk organik setiap 2 minggu sekali selama 2 bulan dan setelah itu pemupukan cukup dilakukan sebulan sekali saja.
    Itulah beberapa tahapan dalam cara mudah menanam cabai agar tumbuh subur di pekarangan rumah. Sebagai informasi bahwa tanaman cabe juga bisa di tanam dengan sistem hidroponik. Terima kasih, semoga bermanfaat 😉