Prakiraan Musim Kemarau 2017 Jatuh Pada Bulan Mei-Juni

Musim Kemarau 2017 – Seperti apa yang telah dilansir oleh BMKG Indonesia pada 10 April 2017 bahwa Prakiraan Musim Kemarau 2017 Jatuh Pada Bulan Mei-Juni. Namun ada beberapa daerah yang telah mengalami musim kemarau pada bulan April lalu.

Wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, terdapat banyak selat dan teluk, menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim/cuaca.

Peta Perkiraan Awal Musim Kemarau 2017

Fenomena yang mempengaruhi iklim di Indonesia :

  1. El Nino dan La Nina
  2. Dipole Mode
  3. Sirkulasi Monsun Asia – Australia
  4. Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone / ITCZ)
  5. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Indonesia

Prakiraan Musim Kemarau 2017 secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Awal Musim Kemarau 2017 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya mulai bulan Mei 2017 sebanyak 108 ZOM (31,6%) dan Juni 2017 sebanyak 91 ZOM (26,6%). Sedangkan beberapa daerah lainnya awal Musim Kemarau terjadi pada Januari 2017 sebanyak 1 ZOM (0,3%), Februari 2017 sebanyak 8 ZOM (2,3%), Maret 2017 sebanyak 14 ZOM (4,1%), April 2017 sebanyak 75 ZOM (21,9%), Juli 2017 sebanyak 34 ZOM (9,9%), Agustus 2017 sebanyak 8 ZOM (2,3%), September 2017 sebanyak 2 ZOM (0,6%) dan Oktober 2017 sebanyak 1 ZOM (0,3%)
  2. Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1981- 2010), Awal Musim Kemarau 2017, sebagian besar daerah yaitu 157 ZOM (45,9%) mundur jika dibandingkan dengan rata-ratanya dan 120 ZOM (35,1%) sama terhadap rata-ratanya. Sedangkan yang maju terhadap rata-rata 65 ZOM (19,0%). 3). Sifat Hujan selama Musim Hujan 2017 di sebagian besar daerah yaitu 199 ZOM (58,2%) diprakirakan Normal dan 77 ZOM (22,5%) Bawah Normal. Sedangkan Atas Normal yaitu sebanyak 66 ZOM (19,3%).

Musim Kemarau 2017 Diprediksi Mundur

Musim kemarau tahun 2017 ini diprediksi mundur. Bila seharusnya kemarau sudah masuk di bulan April, maka tahun ini diprediksi kemarau baru dimulai di bulan Mei hingga Juni.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, tahun ini kondisi musim secara keseluruhan cenderung seimbang. Hal ini berbeda dengan tahun 2015 yang dipengaruhi oleh El Nino sehingga wilayah Indonesia cenderung kering. A

kibatnya, kebakaran hutan dan lahan sempat melanda sebagian wilayah di Indonesia. Kemudian pada tahun 2016, musim hujan di Indonesia cenderung dominan sehingga lebih basah.

Deputi Klimatologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo menjelaskan bahwa saat ini kondisi iklim masih masuk puncak penghujan dalam rentang November hingga Februari. Bahkan, di beberapa wilayah di Indonesia diproyeksikan masih mengalami puncak musim hujan hingga Maret mendatang.

Terkait dengan waktu tanam, musim hujan seperti ini tentu sangat cocok untuk komoditas padi. Namun, Mulyono menyebutkan bahwa transisi dari hujan ke kemarau justru cocok untuk tanaman palawija.

“Secara perencanaan, musim tanam Februaru bagus. Lalu Maret sudah mulai berkurang (hujannya), Maret berkurang, April sudah masuk waktu panen,” ujar Mulyono di Kementerian Perekonomian, Rabu (1/2). Sementara itu, komoditas cabai masih bagus ditanam di masa transisi dari hujan ke kemarau pada Maret mendatang.

Sumber : Berita Nasional Republika

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s