Wow, Ternyata Fumigasi Efektif Basmi Tikus Sawah

Wow, Ternyata Fumigasi Efektif Basmi Tikus Sawah – Salah satu metode pengendalian tikus sawah yang mudah, murah, dan bisa dilakukan oleh semua petani secara individu adalah pengemposan atau fumigasi lubang aktif tikus sawah. Fumigasi terbukti efektif membunuh tikus sawah beserta anak-anaknya di dalam lubang sarang.

Disamping itu, metode tersebut juga terjangkau petani, baik fumigator (alat untuk fumigasi) maupun fumigan (bahan untuk membuat asap racunnya).

Fumigasi efektif basmi tikus sawah

Pada prinsipnya, fumigasi adalah mengubah komposisi udara dengan zat atau senyawa racun pernafasan. Hewan sasaran pengendalian akan mati akibat terkena dampak racun inhalasi tersebut.

Fumigator yang ekonomis dan telah banyak dipakai oleh petani pantura, khususnya di wilayah Jawa Barat, berupa tabung untuk membakar jerami kering yang diberi serbuk belerang dan dilengkapi kipas khusus untuk meniupkan asap racun ke dalam lubang sarang tikus.

Tikus sawah tergolong hewan mengerat terestrial. Salah satu ciri khasnya adalah membuat lubang sarang di dalam tanah sebagai tempat tinggal dan berkembang biak. Oleh karena itu, fumigasi sangat cocok digunakan untuk membuat kematiannya selama di dalam lubang sarangnya tersebut.

Untuk itu diperlukan alat khusus berupa fumigator atau emposan tikus untuk meniupkan racun pernafasan. Fumigan atau bahan yang digunakan untuk menghasilkan asap racun adalah serbuk belerang.

Pada umumnya, racun dibuat dengan membakar serbuk tersebut sehingga menghasilkan asap racun belerang dioksida (SO2).

Setelah fumigasi dilakukan, sebaiknya lubang tikus ditutup dengan lumpur basah agar tikus tidak keluar sehingga mati beserta anak-anaknya di dalam lubang sarangnya; infrastruktur pertanian seperti tanggul irigasi, tanggul jalan, pematang, jalan sawah dan lainnya tidak rusak karena digali.

Lalu, agar tikus lain yang datang belakangan, tidak memanfaatkan lubang sarang yang pernah ada sebagai tempat tingggalnya. Hal tersebut menguntungkan karena tikus tidak nyaman di lahan sehingga mencari alternatif tempat lainnya.

Terakhir, bangkai tikusa yang telah mati di lubang sarang dapat sekaligus terkubur sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Lubang aktif adalah lubang yang dihuni tikus sawah.

Dari luar, lubang aktif hanya terlihat sebagai bulatan berdiameter 6-8cm padahal di dalam tanah lubang tersebut merupakan lorong yang panjang dengan percabangan dan ruangan membesar untuk melahirkan dan menempatkan anak-anaknya saat induk betina melahirkan.

Oleh karena konstruksi yang demikian, hanya gas beracun saja yang paling efektif untuk membunuh tikus di dalam lubang sarangnya tanpa perlu membongkarnya.

Fumigasi bisa dilakukan kapan saja apabila dijumpai lubang aktif tikus, yang biasa ada di tanggul-tanggul saluran irigasi, tanggul jalan sawah, pematang besar, hingga pekarangan yang berbatasan dengan sawah.

Pada saat tikus sawah berkembang biak, yang bertepatan dengan stadia padi generatif (bunting hingga menjelang panen), induk tikus akan menutup mulut lubang sarangnya dari dalam. Oleh karena itu, sebelum difumigasi sebaiknya lubang aktif dibuka dulu dengan cangkul baru kemudian di fumigasi.

Saat ini, peteliti di Laboratorium Tikus Balai Besar Penelitian Tanaman Padi mengembangkan briket fumigan siap pakai berbahan sekam padi. Bahan limbah tersebut terbukti mampu menimbulkan kematian tikus uji setara dengan fumigan jerami kering yang diberi serbuk belerang.

Source : Balitbangtan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s