Pemanfaatan Varietas Unggul Kacang Hijau untuk Peningkatan Produksi

Pemanfaatan Varietas Unggul Kacang Hijau untuk Peningkatan ProduksiKacang hijau merupakan salah satu komoditas yang cukup menjanjikan untuk diusahakan. Tanaman tersebut merupakan sumber pendapatan (cash crop) dan memegang peranan penting sebagai bahan makanan karena kandungan gizinya cukup lengkap. Rata-rata luas panen kacang hijau pada tahun 2015 adalah 248.425.000 ha dengan produktivitas rata-rata 1.167 t/ha. Peluang peningkatan produktivitas masih terbuka lebar, karena varietas unggul baru yang telah dilepas rata-rata memiliki potensi hasil diatas 2 t/ha. Budidaya kacang hijau saat ini selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang cenderung meningkat, juga diarahkan untuk kebutuhan ekspor, karena mutu kacang hijau Indonesia secara umum lebih bagus dibandingkan dengan negara lain. Kacang hijau yang kaya akan kandungan protein nabati sangat digemari oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai bahan makanan pendukung. Tingginya animo masyarakat akan komoditas yang satu ini menghadirkan peluang tersendiri bagi para pelaku usaha pertanian di Indonesia. Perubahan iklim global yang terjadi akhir-akhir ini telah menyebabkan gagal tanam dan gagal panen kacang hijau di beberapa daerah. Sebagai ilustrasi pada tahun 2010 di NTT banyak terjadi gagal tanam dan gagal panen. Petani yang mengembangkan kacang hijau Fore Belu pada musim tanam 2010 (bulan Mei) pada lokasi pengujian seluas 5 ha mengalami kegagalan panen akibat curah hujan yang berlebihan. Pada kondisi ekstrim MK 2010, penerapan beberapa komponen teknologi anjuran (Varietas Vima 1, tanam teratur, dan pengendalian hama/penyakit secara pemantauan) seluas 23,9 ha memberikan hasil varietas sebesar 0,92 t/ha. Jika di luar musim dengan jarak tanam acak hanya memberikan hasil 0,47 t/ha.

Tanaman Kacang Hijau Subur
Tanaman Kacang Hijau Subur

Kacang hijau adalah tanaman dengan karakteristik berumur genjah dan toleran kekeringan, menjadikannya sebagai komoditas potensial dikembangkan di lahan sawah maupun di lahan kering. Pada lahan sawah biasanya kacang hijau ditanam setelah panen padi pada musim kemarau. Konsekuensi budidaya pada musim kemarau adalah cekaman kekeringan akibat ketersediaan air yang terbatas. Pertanaman pada lahan tegal bisa dilakukan pada saat setelah turun hujan atau setelah Padi Gogo dengan memanfaatkan sisa lengas tanah yang ada.

Salah satu strategi peningkatan produksi dapat dilakukan melalui penggunaan varietas unggul. Varietas unggul merupakan komponen teknologi yang murah, mudah diadopsi, dan aman terhadap lingkungan. Tersedianya varietas unggul kacang hijau yang beragam memungkinkan petani memilih varietas yang sesuai untuk dikembangkan di wilayahnya. Untuk itu, varietas yang dihasilkan harus mampu memberikan keunggulan kompetitif seperti produksi lebih tinggi dengan mutu lebih baik, dan biaya yang lebih rendah sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani. Untuk mempercepat adopsi varietas unggul kacang hijau maka ketersediaan benih bermutu dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu sangat diperlukan. Penyediaan benih dapat dilakukan melalui pengembangan produksi benih VUB spesifik lokasi sesuai pilihan petani dengan penerapan inovasi teknologi, sehingga kelangkaan benih saat mulai musim tanam dapat diatasi.

Penggunaan varietas unggul kacang hijau terbukti mampu meningkatkan produktivitas kacang hijau di beberapa daerah. Penggunaan komponen teknologi berupa varietas unggul saja dapat meningkatkan hasil biji 30−40% dibandingkan menggunakan varietas lokal meskipun dikelola secara sebar, tanpa pupuk, dan tanpa penyiangan di daerah Ngawi. Hasil penelitian uji paket teknologi kacang hijau yang dilaksanakan di Sumbawa dan Lombok Barat menunjukkan bahwa penggunaan varietas unggul, jarak tanam teratur, aplikasi pestisida yang tepat dosis dan jenis serta pemupukan dapat meningkatkan hasil kacang hijau sebesar 60−78% dan keuntungan sebesar 100% dari cara tradisional yang menggunakan varietas lokal, cara tanam sebar dan tanpa pemupukan. Saat ini telah dilepas varietas unggul baru yaitu Vima 2 dan Vima 3, yang masing-masing berumur genjah (56 hari) dengan potensi hasil 2,44 dan 2,11 t/ha. Varietas Vima 3 yang ditanam di lahan petani di Belu NTT pada MK 2015 mampu menghasilkan biji kering sekitar 2,5 t/ha. Hal ini membuka peluang bagi petani untuk memilih varietas mana yang paling sesuai dan diminati untuk dikembangkan di masing-masing wilayah.

Kacang Hijau Sehat - Panen Melimpah - Harga Mewah - Petani Senang
Kacang Hijau Sehat – Panen Melimpah – Harga Mewah – Petani Senang

Pengembangan kacang hijau secara besar-besaran masih terbuka luas terutama untuk daerah-daerah dengan iklim kering, misalnya di kawasan Indonesia Timur seperti NTT. Secara ekonomis budidaya kacang hijau ternyata cukup menjanjikan, karena dengan input  minimum sudah diperoleh keuntungan yang cukup besar. Harga jual kacang hijau juga relatif stabil, masih berada pada kisaran Rp12.000,00 hingga Rp20.000,00. Pada tahun 2015 secara nasional telah berhasil diekspor kacang hijau total sebanyak 60.000 ton ke berbagai negara. Ini merupakan peluang yang baik bagi petani untuk memanfaatkan lahannya dengan bertanam kacang hijau.

Banyak pedagang dan pengecer di NTT melaporkan margin tinggi pada perdagangan kacang hijau, permintaan yang tinggi dan penyimpanan yang mudah menjadi pilihan bagi pedagang. Kacang hijau merupakan sumber protein yang berguna untuk konsumen di Jawa, NTB, dan NTT, dan memiliki permintaan yang relatif tinggi di antara kaum miskin perkotaan dan pedesaan. Kacang hijau juga digunakan sebagai bahan dalam pakan ternak. Bagi petani tertentu di NTT, terutama yang memiliki akses ke irigasi, kacang hijau dipandang sebagai tanaman yang unggul dan sebagai sumber pendapatan. Beberapa kelompok tani berkeinginan untuk melakukan dua kali panen per tahun. Beberapa pedagang bahkan menyebutkan bahwa kacang hijau sudah semakin banyak ditanam sebagai tanaman musim hujan di Kabupaten Belu. Harga jual kacang hijau sangat bergantung kepada jumlah pasokan produk di pasar. Pada saat-saat tertentu, ketika pasokan kacang hijau sulit untuk ditemukan, harga kacang hijau di tingkat distributor dapat mencapai Rp20.000,00 per kilogram nya. Akan tetapi ketika jumlah pasokan di pasar cukup banyak, harga kacang hijau di tingkat distributor biasanya akan turun hingga mencapai Rp17.000,00 per kilogramnya. Secara umum budidaya kacang hijau memang layak untuk dilakukan, karena dengan umur yang relatif genjah dan harga yang stabil, pendapatan petani cukup menjanjikan.

Source : Balitbang Pertanian Indonesia

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s