Musuh Tanaman Cabai dan Cara Penanganannya

Musuh Tanaman Cabai dan Cara Penanganannya
Oleh Feriadi, SP
Rabu, 06 April 2016 10:15
Cabai merupakan komoditas penting bagi masyarakat Indonesia dan harus tersedia setiap hari sebagai bahan utama konsumsi harian. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa tanpa cabai maka makan belum terasa nikmat. Olahan utama komoditas cabai yang populer bagi masyarakat di Indonesia adalah sambal.

Kenikmatan cabai melalui sensasi pedas yang tercipta sulit tergantikan oleh komoditas lain. Walaupun ada lada yang juga memiliki rasa pedas, tetapi pedas yang dihasilkan tidak sama seperti pedas hasil olahan cabai. Sehingga kebutuhan akan cabai terus meningkat setiap tahunnya dan berbanding lurus dengan jumlah  penduduk Indonesia.

Tingkat kebutuhan yang tinggi bagi masyarakat terhadap cabai, menjadikan komoditas hortikultura yang satu ini banyak dibudidayakan oleh petani. Harga yang relatif stabil bila dibandingkan dengan komoditas lain menjadi bahan pertimbangan tersendiri bagi petani untuk menanamnya.

Petani yang  sudah memiliki pengalaman bercocok tanam cabai beranggapan bahwa diperlukan kesabaran dan pengetahuan agar bisa memberikan hasil yang memuaskan. Terutama berkaitan dengan pengendalian hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabai, yang hingga saat ini masih menjadi tantangan utama bagi petani cabai.

Hama Utama Tanaman Cabai Mera:

1. Trips/Kemreki (Thrips parvispinus)

Cara hama trips menyerang tanaman cabai :

a)    Telur diletakkan dipermukaan bawah daun atau di jaringan tanaman

b)   Nimfa dan imago menggaruk & mengisap cairan daun.

c)    Serangga aktif pada senja dan malam hari.

Gejala serangan : bagian bawah daun berwarna perak, keriput, mengeriting, dan melengkung ke atas. Menyerang tanaman sepanjang tahun terutama pada musim kemarau.

Pengendalian :

Penggunaan perangkap likat warna biru / putih, pemanfaatan musuh alami, penggunaan mulsa plastik, penggunaan tanaman perangkap caisin, dan penyemprotan insektisida berbahan aktif Abamektin, Alfa sipermetrin, Permetrin, Piraklofos dll. Aplikasi pestisida merupakan alternatif terakhir jika serangan sudah di atas ambang ekonomi dan dilakukan sesuai dosis anjuran

2. Kutu daun persik (myzus persicae)

Cara kutu daun persik menyerang tanaman cabai :

a)    Nimfa dan imago menusuk dan mengisap cairan daun.

b)   Serangga aktif sepanjang hari.

Gejala serangan :

Daun keriput, terpuntir, berwarna   kuning, pertumbuhan tanaman kerdil.

Tanaman inang :

Cabai, tomat, kentang, tembakau dan semangka

Pengendalian :

Sanitasi, penggunaan perangkap likat kuning, pemanfaatan musuh alami, dan penyemprotan insektisida berbahan aktif Abamektin, Alfa sipermetrin, Amitraz, Asefat dll. Aplikasi pestisida merupakan alternatif terakhir jika serangan sudah di atas ambang ekonomi dan dilakukan sesuai dosis anjuran.

3. Ulat grayak (Spodoptera Litura)

Ciri dan cara ulat grayak menyerang tanaman cabai :

a)    Sayap ngengat bagian depan berwarna coklat keperakan, sayap belakang berwarna keputihan dengan bercak hitam

b)   Larva menggigit – mengunyah.

c)    Aktif malam hari.

Gejala serangan :

Daun bolong, tanaman gundul.

Tanaman inang :

Cabai, tomat, mentimun, semangka, kacang  panjang, terung, dll.

Pengendalian :

Sanitasi lahan  dengan membersihkan gulma   dan pengolahan lahan, mengumpulkan larva / pupa dan memusnahkannya, pemanfaatan musuh alami. Penyemprotan pestisida berbahan aktif Abamektin, Alfa sipermetrin, Diazinon, Dimetoat dll. Aplikasi pestisida merupakan alternatif terakhir jika serangan sudah di atas ambang ekonomi dan dilakukan sesuai dosis anjuran

4. Lalat Buah (Bactrocera dorsalis)

Cara lalat buah menyerang tanaman cabai :

a)    Larva menggigit & mengunyah.

b)   Serangga aktif sepanjang hari.

Gejala serangan :

Adanya lubang berupa titik hitam pada buah, buah busuk dan gugur.

Tanaman inang :

Cabai, belimbing, mangga, jambu, semangka dll.

Pengendalian :

Sanitasi, mengolah  tanah secara intensif, penggunaan perangkap yang diberi antraktan/insektisida berbahan aktif metil eugenol,  pemanfaatan musuh alami dan pembungkusan buah. Aplikasi pestisida merupakan alternatif terakhir jika serangan sudah di atas ambang ekonomi dan dilakukan sesuai dosis anjuran

Ditulis Oleh              : Feriadi, S.P. (Penyuluh BPTP Kep. Bangka Belitung)

Sumber Bacaan        : Puslitbang Horti, Balitbangtan. 2011. PTT Budidaya Cabai Merah

Sumber Foto           : Dokumentasi Feriadi (2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s