HIPPA Sumber Mulyo Menjadi Tumpuan Petani Desa Pangean

Saluran Pipa Irigasi HIPPA Sumber Mulyo
Saluran Pipa Irigasi HIPPA Sumber Mulyo

Menindak lanjuti keputusan Program Pemkab Lamongan mengenai HIPPA (Himpunan Petani Pengguna Air) untuk kesejahteraan petani dalam penggunaan air. Gapoktan Sekar Sari sebagai wadah para petani mencanangkan program utama dalam salah satu programnya yaitu membentuk HIPPA Sumber Mulyo. HIPPA  sebagai  pengelola  pelayanan  air  irigasi  di  jaringan  irigasi  tersier/tingkat usaha tani diharapkan juga dapat mengembangkan usaha penyedia layanan jasa peralatan pra-panen,  layanan  kebutuhan  sarana produksi,  pengolahan  dan pemasaran hasil pertanian untuk para anggotanya secara efektif dan efisien.

HIPPA Sumber Mulyo Pangean pada Daerah Irigasi Rawa Semando, Desa Pangean-Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan memiliki sejarah sebagai berikut. Sebelum berdirinya HIPPA pola tanam petani Desa Pangean adalah : palawija – padi – palawija. Dengan adanya iklim yang tidak menentu menyebabkan tanaman palawija gagal panen. Sementara hanya beberapa petani yang mempunyai mesin diesel sendiri yang bisa mengatasi permasalahan tersebut dengan sistem irigasi secara personal. Akhirnya pada tahun 1998 dibentuk lembaga HIPPA yang pada waktu itu di ketuai oleh KARJONO akan tetapi belum di legalkan dalam bentuk akte notaris.

Sempat mengalami kerugian dan tidak berjalannya program dengan baik, melalui rapat anggota akhirnya pada tahun 2009 dilaksanakan reformasi pengurus yang akhirnya terpilih SUYONO sebagai ketua HIPPA SUMBER MULYO dengan adanya AKTE NOTARIS Nomor : 1 – XVII – 2009. Untuk selanjutnya pada tahun 2014 diadakan reformasi pengurus dengan terpilihnya kembali SUYONO sebagai ketua HIPPA berdasarkan SK Kepala Desa nomor : 188/16/413.310.11/2014.

Selama dua periode masa kepemimpinannya terdapat banyak program yang mengalami perkembangan dan kemajuan. Baik yang berupa fisik maupun non fisik. Sehingga sampai saat ini dengan adanya HIPPA Sumber Mulyo pola taman petani Desa Pangean berubah menjadi pola tanam padi – padi – palawija dalam satu tahun dan khusus tahun 2014 pola taman : padi – padi – padi. Sehingga, kini HIPPA Sumber Mulyo Menjadi Tumpuan Petani Desa Pangean. Adapun yang tercapai selama ini adalah :

Visi-Misi HIPPA Sumber Mulyo

Visi :
Terwujudnya Pengairan yang Lancar dan Jaringan Irigasi yang Layak, Guna Meningkatkan Produksi Pertanian
MISI :
Mengoptimalkan Bengawan Solo dan Sumber Air lainnya guna meningkatkan Produktifitas Pertanian.
Merawat Jaringan irigasi dengan meningkatkan kesadaran dan keswadayaan masyarakat Petani.
Melindungi, Menjaga dan Merawat Sumber Air guna kepentingan PETANI.
Pelayanan yang adil dan merata.

Kondisi fisik jaringan Irigasi HIPPA “Sumber Mulyo”
Pada Block I : Panjang Jaringan Irigasi 1500 M x 1,5 M Kondisi ¼ sudah Plengsengan
Pada Block II : Panjang Jaringan Irigasi 1750 M x 1,5 M Kondisi 1/3 sudah plengsengan
Pada Block III : Panjang Jaringan Irigasi 1500 M x 1 M Kondisi Belum Plengsengan
Pada Block IV : Panjang Jaringan Irigasi 1500 M x 1,5 M Kondisi Belum Plengsengan
Pada Block V : Panjang Jaringan Irigasi 750 M x 2 M Kondisi belum plengsengan
Pada blok VI : panjang jaringan Irigasi 1500 M X 2 M Kondisi 1/5 sudah plengsengan
Pada Blok VII : Panjang jaringan Irigasi 1750 M X 2 M Kondisi ½ sudah plengsengan
Pada Blok VIII : Panjang jaringan Irigasi 750 M X 2 M Kondisi 1/5 sudah plengsengan

Terlihat Salah satu anggota HIPPA mengecek saluran irigasi
Terlihat Salah satu anggota HIPPA mengecek saluran irigasi

Swadaya masyarakat dalam pembangunan fisik jaringan irigasi

  • Dalam bentuk pembangun JITUT (Jaringan Irigasi Tersier Usaha Tani)
  • Proses perawatan jaringan irigasi
  • Normalisasi jaringan irigasi setiap 4 bulan sekali

Aspek Partisipasi Masyarakat

Keterlibatan anggota dalam proses perencanaan serta pelaksanaan program organisasi HIPPA

  • Menentukan jadwal dan harga areal per 100 RU
  • Menentukan harga traktor per 100 RU

Demokratisasi pengurus dan anggota dalam pengambilan keputusan strategis organisasi HIPPA

  1. Rapat laporan keuangan setiap 4 bulan sekali
  2. Rapat LPJ Akhir Jabatan dan Reformasi pengurus setiap 3 tahun sekali
Angota HIPPA Memperbaiki Mesin Diesel sebagai upaya pemeliharaan inventaris
Angota HIPPA Memperbaiki Mesin Diesel sebagai upaya pemeliharaan inventaris

Improvisasi program HIPPA dalam memberikan pelayanan air irigasi kepada anggota

  • Peremajaan mesin-mesin produksi setiap tahun dengan sistem rolling (bergantian)
  • Ambil alih pengelolaan irigasi hippa yang awalnya di kelola oleh perseorangan

Aspek Manajemen Kelembagaan

  1. Struktur Organisasi dan personalia pengurus HIPPA
  2. Jumlah pemanfaat anggota yang diberi pelayanan air irigasi (180 orang)
  3. Luas areal layanan irigasi HIPPA 150 ha.
  4. Bentuk lembaga HIPPA : BUMDES
  5. Kelengkapan organisasi : Telah memiliki Akte Notaris, AD/ART, SK KADES
  6. Visi – misi HIPPA
  7. Inventaris organisasi HIPPA
  8. Perencanaan program HIPPA jangka pendek
  9. Perencanaan program HIPPA jangka panjang
  10. Pola tanam dan sistem pembagi air HIPPA
  11. Inventaris potensi dan masalah HIPPA
  12. Keuangan HIPPA

POLA TANAM DAN SISTEM PEMBAGI AIR
POLA TANAM

  • I : PADI , bulan Oktober- Februari
  • II : PADI, bulan Maret – Juni
  • III : PALAWIJA, bulan Juli – Oktober

SISTEM PEMBAGI AIR

  • TM I : bulan Oktober- Februari “AREAL DARI BENGAWAN SOLO”
  • TM II : bulan Maret – Juni “TADAH HUJAN DAN AREAL DARI BENGAWAN SOLO”
  • TM III : bulan Juli – Oktober “AREAL DARI BENGAWAN SOLO”

INVENTARIS POTENSI DAN PERMASALAHAN HIPPA
MASALAH

  • Pembagian air ke masing-masing blok sering berebut dan saling mendahului
  • Debit air bengawan solo yang naik-turun

POTENSI

  • Adanya saluran irigasi
  • Adanya pengurus

TINDAKAN

  1. Adanya petugas pembagi air dan melakukan koordinasi dengan ketua blok
  2. Melakukan koordinasi dengan petugas Babat Baradge dan kerja bakti

ASPEK SOSIAL EKONOMI DAN MANAJEMEN KEUANGAN

  • Program kegiatan HIPPA sisi ekonomi anggota : peningkatan harga jual padi, karena masa panennya tidak pada saat panen raya.
  • Pembiayaan kegiatan HIPPA secara mandiri : pembuatan JITUT dan JUT
  • Kemampuan HIPPA dalam memberikan penghargaan pada pengurus : adanya keterlibatan pengurus dalam kegiatan produksi, sehingga mendapatkan insentif tambahan.
  • Sistem pengendalian interen lembaga HIPPA : adanya AD/ART
  • Manajemen pengembangan modal lembaga HIPPA : iuran anggota, bantuan dari pemerintah, iuran petani luar desa
  • Manajemen pengelolaan SHU organisasi HIPPA : honor pengurus 10%, jasa pungut 5%, kepala desa 3%, teknisi 2%, operasional 50%, pemeliharaan dan perbaikan jaringan 20%, pemasukan ke desa 10% atau menyesuaikan.
Kerjasama Anggota dalam memperbaiki Jalan Menuju Pos HIPPA
Kerjasama Anggota dalam memperbaiki Jalan Menuju Pos HIPPA
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s